• Konstruksi 10.09.2019

    Pemahaman Lengkap Tentang Manajemen Konstruksi

    Apa itu manajemen konstruksi ? Pengertian Manajemen Konstruksi yakni ilmu yang mempelajari dan mempraktikkan aspek-aspek berkaitan manajerial dan teknologi industri konstruksi.

    Banyak ahli menyuarakan bahwa manajemen konstruksi termasuk modal bisnis dari seorang konsultan konstruksi untuk memberi nasehat pada sebuah proyek pembangunan. Sehingga seringkali pengertian manajemen konstruksi masih tumpang tindih dengan pengertian manajemen proyek, sedangkan keduanya berbeda.

    Dalam sebuah perusahaan atau bisnis, manajemen konstruksi menurut CMAA (Construction Management Association of America) mempunyai 7 tanggung jawab sekalian ialah perencanaan proyek, manajemen tarif, waktu, administrasi kontrak termasuk juga manajemen keselamatan dan praktik profesional.

    Merujuk pada pengertian manajemen konstruksi mengaruh pada bisnis industri konstruksi untuk memberikan pelayanan yang sungguh-sungguh bagus dengan mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan semua peroses rekontruksi.

    Pengertian Manajemen Konstruksi

    Sebelum membeberkan pengertian manajemen konstruksi, kita juga perlu mengenal pengertian manajemen dan juga definisi konstruksi.
    Berdasarkan ilmu manajemen konstruksi tahun 1998 proyek yakni suatu rangkaian aktivitas yang bersifat khusus untuk menempuh suatu tujuan tertentu yang dipegang oleh wakktu dan sumber energi yang terbatas.

    Manajemen Konstruksi mencakup kwalitas lahiriah konstruksi, tarif dan waktu. manajemen material dan manjemen energi kerja yang akan lebih ditekankan. Hal itu dikarenakan manajemen perencanaan berperan cuma 20% dan sisanya manajemen pengerjaan termasuk didalamnya pengaturan tarif dan waktu proyek.
    Manajemen konstruksi mempunyai sebagian fungsi antara lain :

    • Memantau prestasi dan kemajuan proyek yang sudah ditempuh, hal itu dikerjakan dengan opname (laporan) harian, mingguan dan bulanan.
    • Sebagai Quality Control untuk menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pengerjaan.
    • Mengantisipasi terjadinya perubahan situasi lapangan yang tak pasti dan menuntaskan kendala terbatasnya waktupelaksanaan.
    • Fungsi manajerial dari manajemen yaitu cara isu yang baikuntuk mengkaji daya kerja dilapangan.
    • Hasil evaluasi bisa diwujudkan perbuatan pengambilan keputusan kepada situasi sulit-situasi sulit yang terjadi di lapangan.

     

    Ilmu Dalam Manajemen Proyek

    Project Management Institute (PMI) menegaskan zona cakupan manajemen proyek sebagai Project Management Body Of Knowledge (PMBOK) mencakup 8 zona utama adalah ; scope, quality, cost, risk, human resources, contract/procurement, and communication.

    Scope management berkenaan dengan cara kerja dari nasehat (directing) dan pengaturan (controlling) semua lingkup proyek. Memastikan definisi yang terang seputar tujuan dan target proyek yaitu pondasi dasar dari lingkup proyek.

     

    Manajemen Kwalitas

    Manajemen mutu (Quality management) berkenaan dengan cara yang diaplikasikan guna menentukan daya kerja proyek patut memenuhi syarat dan ekspektasi dari stakeholder proyek. Tujuan manajemen mutu yakni meminimalisasi penyimpangan antara rancangan agenda proyek dan situasi aktual profesi. Manajemen mutu patut dikerjakan dalam semua daur hidup/cara kerja proyek, bukan cuma pada ketika inspeksi akhir proyek.

     

    Manajemen Waktu

    Manajemen waktu (Time management) berhubungan dengan penerapan waktu yang tepat sasaran dan efisien dalam memfasilitasi percepatan proyek. Waktu dan semua aspeknya sungguh-sungguh dipandang dalam sebuah proyek sebab erat kaitannya dengan tujuan proyek.

    Langkah pertama dalam manajemen waktu yang bagus yakni membikin agenda proyek yang merepresentasikan cara kerja dan teknik yang diperlukan dalam pengerjaan proyek. Manajemen waktu yang tepat sasaran bisa direfleksikan dengan skejul pengerjaan.

     

    Manajemen Tarif

    Manajemen tarif (Cost management) yaitu fungsi utama dari manajemen proyek, dengan tujuan mengendalikan tarif dalam semua tahap proyek. Tarif yakni yaitu alat ukur yang sungguh-sungguh penting dalam manajemen proyek. Yang termasuk dalam manajemen tarif yakni pengaturan tarif semua proyek via teknik estimasi, forecasting, budgeting, financial, dan pelaporan.

    Estimasi tarif(Cost estimation) berhubungan dengan pengumpulan data-data relevan yang dibutuhkan dalam semua daur hidup proyek. Perencanaan tarif (Cost planning) berhubungan dengan pengembangan keperluan dana guna penyelesaian proyek yang direncanakan. Kontrol tarif (Cost control) berhubungan dengan cara kerja yang kontinyu guna memonitor, mengumpulkan, menelaah dan melaporkan data keuangan proyek.

     

    Manajemen Resiko

    Manajemen Resiko (Risk management) yakni cara kerja untuk mengidentifikasi, menelaah dan mengenali pelbagai resiko dan ketidakpastian yang mungkin terjadi dan efeknya kepada proyek. Perubahan bisa terjadi (mungkin) dalam tiap-tiap proyek.

    Perubahan bisa memunculkan resiko dan ketidakpastian. Analis resiko akan bisa memperkirakan kemungkinan yang terjadi dimasa depan. Dengan isu hal yang demikian, regu proyek akan bisa menyiapkan diri lebih bagus dengan perencanaan dan perbuatan pengawasan yang bagus.

     

    Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

    Manajemen Sumber Kekuatan Manusia (Human resources) berhubungan dengan fungsi menasehati sumber energi manusia selama cara kerja proyek. Kontrak dan pengadaan (Contract/procurement) berhubungan seputar sistem pelelangan, kontrak dan manajemen pengadaan barang dan jasa bagi cara kerja konstruksi.

    Manajemen komunikasi (Communications management) berhubungan dengan fungsi komunikasi antar individu atau organisasi dalam lingkungan proyek. Komunikasi penting bagi organisasi, rutinitas sehari-hari maupun pengaturan.

    Ruang Lingkup Manajemen Kontruksi

    Meliputi seluruh profesi yang perlu dituntaskan untuk menyukseskan proyek. Sejumlah perangkat dan teknik seperti definisi keperluan proyek, identifikasi stakeholder utama, identifikasi pendukung proyek, pengembangan konsep operasional, dan identifikasi external interfaces.

    Manfaat Manajemen Konstruksi

    Manfaat manajemen konstruksi bisa dipandang dari sebagian segi :

     

    Segi tarif proyek

    • Tarif maksimal proyek bisa ditempuh sebab regu MK telah berpartisipasi pada tahap permulaan perencanaan
    • Tarif keseluruhan proyek bisa dihemat disbanding dengan system tradisional.

    Segi waktu

    • Dengan system fast track tak perlu menunggu perencanaan selesai seluruhnya
    • Waktu yang diaplikasikan untuk perencanaan bisa lebih panjang
    • Pengadaan material/ perlengkapan impor bisa dievaluasi secara dini sehingga kemungkinan telat lebih kecil

    Segi mutu

    • Kwalitas lebih terjamin sebab regu MK turut menolong kontroktor dalam hal sistem pengerjaan, implementasi, dan Quality Control
    • Kwalitas dan kesanggupan kontraktor ahli lebih terseleksi oleh pemilik proyek dibantu dengan regu MK.
    • Peluang untuk penyempurnaan rancangan relative banyak

    Segi program pemerintah

    • Pemerataan kans profesi dengan paket-paket terhadap pengusaha kontraktor yang baru berkembang bisa direalisir.
    • Pemilik proyek tak perlu mengeluarkan banyak staf.

     

    Konsultan Manajemen Konstruksi

    Yakni orang atau badan yang ditunjuk pengguna jasa untuk menolong dalam pengelolaan pengerjaan profesi pembangunan mulai dari permulaan sampai selesainya profesi pembangunan. Biasa disebut jasa konstruksi atau konsultan konstruksi.

    Tugas dan Wewenang

    Tahap pelelangan

    • Melaksanakan pra kualifikasi calon peserta lelang
    • Mengabarkan jadwal pelelangan terhadap calon peserta lelang
    • Melaksanakan evaluasi penawaran serta memserikan surat saran calon juara lelang.
    • Menolong mengurus seagala perijinan asuransi dan ijin mengaplikasikan energi kerja.

    Tahap konstruksi

    • Bersama kontraktor menyiapkan fasilitas yang diperlukan di lapangan.
    • Melaksanakan kontrol kepada mutu
    • Memeriksa dan memberikan persetujuan pada tiap-tiap penyelesaian profesi.
    • Memberi dan mengadakan pengawasan secara periodik dalam pengerjaan profesi.
    • Mengkoordinasi dan membatasi aktivitas konstruksi serta aliran isu antar pelbagai bidang supaya pengerjaan profesi berjalan lancar.
    • Membentuk laporan kemajuan profesi.
    • Membentuk laporan seluruh instruksi dari pemberi tugas

    Tahap Pasca Konstruksi

    • Membentuk laporan akhir proyek
    • Memecahkan semua administrasi dan keuuangan serta perubahan profesi yang terjadi pada tahap profesi konstruksi

     

    Peran Manajemen Konstruksi

    Manajemen konstruksi dilaksanakan secara seketika oleh manajer konstruksi dimana dalam praktiknya manajer hal yang demikian mempunyai sebagian peran sebagai pelaksana pembangunan. Peran-peran hal yang demikian yang diantaranya adalah:

    Agency Construction Management (ACM)

    Dengan adanya manajer konstruksi dalam sebuah perusahaan yang sedang mengalami pembangunan tentunya akan berperan sebagai koordinator penghubung antara perancangan dengan pengerjaan dan juga antar kontraktor. Manajer konstruksilah yang mempunyai keharusan untuk membikin kontrak dengan pra kontraktor cocok dengan porsi profesi dan bentang waktu pengerjaan.

     

    Extended Service Construction Manajemen (ESCM)

    Kontraktor tak jarang kali diperankan oleh seorang menajamen kontraktor, dimana tujuannya yakni untuk menghindari perselisihan sebab adanya perbedaan tujuan dari pihak kontraktor dan pihak manajemen.

     

    Owner Construction Management (OCM)

    Dalam manajemen konstrukci profesional akan dioptimalkan kembali oleh pemilik perusahaan. Oleh sebab itu pihak manajemen akan bertanggung jawab juga kepada manajemen proyek.

     

    Guaranted Maxium Price Construction Management (GMPCM)

    Konsultan konstruksi akan bertingkah ke arah kontraktor dibanding sebagai wakil pemilik. Sehingga GMPC bertanggung jawab kepada pemilik berkaitan waktu, tarif dan kwalitas dan tak mengerjakan profesi konstruksi, mudahnya dalam peran ini manajer bertingkah sebagai pemberi kerja kepada kontraktor.

    Variasi-Variasi Manajemen Konstruksi

    MK konvensional : tanpa fast track
    MK semi konfensional : tanpa fast track
    MK semi murni : tanpa fast track
    MK murni : dengan fast track

     

    Tujuan Dan Fungsi Manajemen Konstruksi

    Tujuan Manajemen Konstruksi yakni mengelola fungsi manajemen atau mengendalikan pengerjaan pembangunan sedemikian rupa sehingga didapatkan hasil maksimal cocok dengan syarat (spesification) untuk kebutuhan pencapaian tujuan ini, perlu dipandang pula mengenai kwalitas bangunan, tarif yang diaplikasikan dan waktu pengerjaan dalam rangka pencapaian hasil ini senantiasa diusahakan pengerjaan pengawasan kwalitas (Quality Control), pengawasan tarif (Cost Control) dan pengawasan waktu pengerjaan (Time Control).

    Pemakaian konsep manajemen konstruksi yang bagus yakni mulai tahap perencanaan, tapi bisa juga pada tahap-tahap lain cocok dengan tujuan dan situasi proyek hal yang demikian sehingga konsep MK bisa dipakai pada tahap – tahap proyek sebagai berikut:

    • Manajemen Konstruksi dikerjakan pada semua tingkatan proyek. Pengelolaan proyek dengan cara MK, disini meliputi pengelolaan teknis operasional proyek, dalam format usul – usul dan atau keputusan yang berhubungan dengan teknis operasional proyek konstruksi, yang meliputi semua tingkatan proyek, mulai dari persiapan, perencanaan, perancangan, pengerjaan dan penyerahan proyek.
    • Regu MK telah berperan semenjak permulaan disain, pelelangan dan pengerjaan proyek selesai, sesudah suatu proyek diucapkan cocok (‘feasible “) mulai dari tahap disain.
    • Regu MK akan memberikan usul dan atau keputusan dalam penyempurnaan disain hingga proyek selesai, bila manajemen konstruksi dikerjakan sesudah tahap disain
    • MK berfungsi sebagai koordinator pengelolaan pengerjaan dan melakukan fungsi pengaturan atau pengawasan, bila manajemen konstruksi dikerjakan mulai tahap pengerjaan dengan menekankan pemisahan kontrak – kontrak pengerjaan untuk kontraktor.

    Tugas Manajemen Konstruksi

    Tugas Manajemen Konstruksi (MK) (Proyek Gedung) ini akan dibahas tugas-tugas MK pada proyek dengan cara kontraktor. Secara garis besar tugas-tugas Manajemen Konstruksi yakni sebagai berikut.

    • Mengawasi jalannya profesi di lapangan apakah cocok dengan sistem konstruksi yang benar atau tak.
    • Minta laporan cara kerja dan penjelasan profesi tiap-tiap item dari kontraktor secara tertulis.
    • MK mempunyai hak menegur dan menghentikan jalannya profesi bila tak cocok dengan kesepakatan.
    • Mengadakan rapat rutin bagus mingguan ataupun bulanan dengan mengundang konsultan perencana, wakil owner, dan kontraktor.
    • Terkait seketika dengan owner atau wakil owner dalam mempersembahkan semua sesuatu di proyek.
    • Mempersembahkan cara kerja profesi terhadap owner seketika
    • Mensahkan material yang akan diaplikasikan apakah cocok dengan spesifikasi kontrak atau tak.
    • Mengelola, menasehati, dan mengkoordinasi pengerjaan profesi oleh kontraktor dalam aspek kwalitas dan waktu.
    • Mensahkan adanya perubahan kontrak yang diajukan oleh kontraktor.
    • Memeriksa gambar shop drawing dari kontraktor sebelum diawali pengerjaan profesi.
    • Senantiasa meninjau ulang sistem pengerjaan profesi oleh kontraktor supaya memenuhi syarata K3LMP (kesehatan dan keselamatan kerja, lingkungan, kwalitas, dan pengamanan).
    • Memberikan Site Instruction secara tertulis bila ada profesi yang patut dilaksanakan tapi tak ada di kontrak untuk mempercepat skedul.

    Sekian untuk pembahasan kali ini mengenai Manajemen Konstruksi. Kami berharap dengan adanya pembahasan hal yang demikian bisa menambah wawasan dan pengetahuan kalian semuanya. Terima kasih

    Posted by stefanmartin @ 7:54 am

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.