• Kesehatan 14.08.2019

    Belum lama, dan mengulang sebagian kali terjadi, kita sering kali sekali salah mengerti perihal penerapan ambulans. Dahulu sebagian kali terjadi, kepala Puskesmas atau direktur, ditegur, dimarahi, malahan hingga diberikan perbuatan disiplin saat ada keluhan tak berharap menolong mengantarkan jenazah menerapkan ambulans.

    Sekira minggu kemarin bahkan terulang lagi hal serupa: direktur sebuah RS ditegur malahan dicerca di media massa, sebab dianggap tak berharap meminjamkam ambulans (pasien) untuk mengantarkan jenazah.

    Kiranya perlu didudukkan, bahwa ada beda pemahaman soal ambulans dan kendaraan beroda empat jenazah. Secara fungsi biasa, memang kendaraan beroda empat jenazah bahkan dapat saja disebut ambulans dalam arti “untuk tujuan memindahkan”. Melainkan dari segi karakteristik dan lebih-lebih spesifikasi benar-benar berbeda.

    Ambulans dalam pemahaman yang lebih pas, ialah diaplikasikan untuk memindahkan pasien, bukan untuk jenazah. Supaya gampang, kita ucap ambulans pasein. Pantas situasi dan pengaplikasiannya, diketahui 3 tahapan biasa ambulans pasien: dasar (atau basic), transport dan komplit (atau advance).

    Baca Juga: Pelayanan Cargo Jenazah Jakarta Terbaik dan Berkualitas

    Untuk mudahnya dihapami, ambulans basic diaplikasikan untuk pemindahan pasien dalam situasi relatif stabil dan aman pada jarak relatif dekat. Dukungan alat dan sarananya tentu bersifat dasar saja.

    Ambulans transport untuk suatu tujuan pemindahan jarak sedang-jauh. Sebab kondisinya, tentu dukungan sarana prasarananya juga lebih komplit ketimbang ambulans dasar. Malah cocok jarak, dan situasi pasien, dapat saja ada kelengkapan khusus yang seharusnya disediakan.

    Ambulans komplit, diaplikasikan untuk suatu situasi khusus yang malahan dapat saja dijalankan perbuatan gawat darurat di dalam ambulans apabila situasi pasien mewajibkan demikian. Sebab itulah dibutuhkan dukungan sarana prasarana komplit dan advance (tingkat lanjut).

    Walaupun untuk kebutuhan membawa jenazah, tentu telah tak lagi dibutuhkan perlengkapan sebagaimana ambulans untuk pasien. Yang terang ialah daerah untuk meletakkan jenazah secara aman dan terhormat. Kemudian ada daerah bagi keluarga apabila berkenan mengantar selama perjalanan. Itu saja. Dan maka benar-benar berbeda tentu dengan ambulans pasien.

    Artikel Menarik Lainnya3 Tips Perhitungan dalam Menjalankan Suatu Projek Konstruksi

    Menerapkan ambulans pasien untuk membawa jenazah tentu kurang pas, sebab hakekatnya tak diperlukan banyak alat, dan membikin penempatan jenazah dan keluarga pendamping justru tak nyaman.

    Jika memang kondisinya terpaksa, karenanya yang dapat dijalankan ialah menurunan sebanyak mungkin alat-alat yang ada di dalamnya. Ini tentu cuma dalam situasi terpaksa, bukan sekedar sebab berharap menerapkan kendaraan beroda empat ambulans untuk mengantarkan jenazah.

    Sebaliknya, membawa pasien gawat dengan kendaraan beroda empat jenazah, tentu juga tak pas, sebab tak memenuhi keperluan medisnya. Spesifikasi kendaraan beroda empat jenazah tentu tak menyokong untuk menolong situasi pasien dalam kegawatan.

    Dikala di jalan, sistem mengendarai, kecepatan dan manuvernya bahkan berbeda. Untuk ambulans pasien, tentu dibutuhkan kecepatan supaya langsung hingga di daerah tujuan. Tentu saja kecepatan ini juga terukur cocok situasi pasien.

    Walaupun untuk kendaraan beroda empat jenazah, hakekatnya dari kacamata keperluan kesehatan, tak lagi dibutuhkan kewajiban langsung hingga daerah tujuan. Bahwa secara agama, memang jenazah disegerakan untuk dimakamkan, melainkan tentu saja tak seperti kewajiban membawa pasien gawat RS seumpama.

    Ini yang kadang terbalik: jika memperhatikan ambulans pasien, pun kurang mendapatkan perhatian. Tapi jika ada kendaraan beroda empat jenazah, cenderung lebih memberikan prioritas dan jalan.

    Bagaimana hakekatnya dikala di jalan raya berhubungan prioritas didahulukan?

    Pasal 65 PP No. 43 Tahun 1993 perihal Prasarana dan Lalu Lintas Jalan sudah mengendalikan hal hal yang demikian. Pasal 65 PP No. 43 Tahun 1993 menceritakan:

    (1) Pemakai jalan semestinya mendahulukan cocok urutan prioritas sebagai berikut:

    a. Institusi untuk memberi pertolongan pada kecelakaan lalu lintas,
    b. Institusi pemadam kebakaran yang sedang mengerjakan tugas,
    c. Ambulans mengangkut orang sakit,
    d. Iring-iringan pengantaran jenazah,
    e. Institusi Kepala Negara atau Pemerintah Asing yang menjadi tetamu negara,
    f. Institusi yang pengaplikasiannya untuk kebutuhan khusus atau mengangkut barang-barang khusus.
    g. Konvoi, pawai atau kendaraan orang cacat,

    Revisinya pada pasal 134 UU 22/2009 perihal Lalu lintas:

    Pengguna Jalan yang mendapat hak utama untuk didahulukan cocok dengan urutan berikut:

    a. Institusi pemadam kebakaran yang sedang mengerjakan tugas,
    b. Ambulans yang mengangkut orang sakit,
    c. Institusi untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas,
    d. Institusi pimpinan Negara Republik Indonesia,
    e. Institusi pimpinan dan pejabat negara asing serta institusi internasional yang menjadi tetamu negara,
    f. Iring-iringan pengantar jenazah, dan
    g. Konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu berdasarkan pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Pasal 135
    (1) Institusi yang mendapatkan hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 seharusnya dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau menerapkan isyarat lampu merah atau biru dan suara
    sirene.
    (2) Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia mengerjakan pengamanan kalau mengenal adanya Pengguna Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
    (3) Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas dan Rambu Lalu Lintas tak berlaku bagi Institusi yang menerima hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134.

     

    Demikianlah perbedaan antara mobil ambulance jenazah dengan pasien. Semoga artikel ini membantu, jika Anda berniat mencari jasa ambulance jakarta yang murah dan berkualitas. Anda bisa mengunjungi website KaruniaSejahtera.com.

    Sekian dan terima kasih.

    Posted by stefanmartin @ 9:51 am

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.